29032013. H-17 menuju Ujian Nasional.
makin hari kok makin males ya. semangat juga luntur terus. tapi hal yang kaya gini nih yang ga boleh al biarin.
skip. bukan itu topik cerita kali ini. hehe
jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, waktu pemantapan bahasa indonesia, kita semua disuruh bikin puisi. temanya "sekolahku". O.M.G. apa yang harus al ceritain tentang sekolah yang bangkunya lagi al dudkin sekarang :O #lebay sebuah kebanggaan? kenyataannya selama sekolah disana, al terlalu banyak ngeluh. ya udahlahyaaa, otak lagi error, ga bisa berfikir jauh. akhirnya al bikin puisi yang berjudul "Sekolahku"
Sekolahku
Bangunan itu tampak kokoh
Meski sudah dimakan waktu
Berdiri dengan tegaknya
Di sudut Kembar Baru
Itulah gudang ilmuku
Sekolahku...
Tempatku menimba ilmu
Bertemu Kawan canda tawa
Tempat mengejar cita-cita
Merakit mimpi meraih asa
Kau memberikan warna dalam hidupku
Kau menggoreskan tinta hitam di bukuku
Kau yang menerangi jalanku
Jalan menuju masa depan
Jalan menuju kesuksesan
Terima kasih...
Kalau al baca-baca lagi, kok kebacanya kaya anak sd yang lagi belajar bikin puisi ya? hehe. tapi emang itu kenyataannya. anak sd yang masih polos. yang selalu mengumbar rasa gembira dan senangnya dalam mendeskripsikan sesuatu. isinya semuanya sanjungan terhadap sekolah.
tapi, setelah beberapa puisi yang al dengar dari kelas lain maupun kelas sendiri, ada puisi satire ternyata. puisi yang menyindir. ah boleh juga nih. entah darimana terfikir buat puisi kaya gini. akhirnya jadilah sebuah puisi baru yang berjudul "Sebuah Cerita".
Sebuah Cerita
Bangunan itu tampak kokoh
Meski sudah dimakan waktu
Berdiri dengan tegak di sudut Kembar Baru
Sekolah, bergitulah orang-orang menyebutnya
Di tempat itulah ku menghabiskan waktu
Masa putih abu
Putih abu yang semakin kelabu
Pagi hari ku terperangkap di bangunan suci
Siang hari ku dikencani remedial
Sepanjang hari ku ditemani hukuman
Habislah sudah
3 tahunku habis berlalu
Terjebak ditawan kertas-kertas bernominal
Di tempat itu pun ku menghabiskan waktu
Masa putih abu
Putih abu yang terkadang berwarna
Tempat aku menggoreskan tinta di lembaran-lembaran kertas
Tempat yang memberi lampu dalam perjalanan
Mulai dari 2 watt hingga 20 watt
Sebuah perjalanan kehidupan
Sebuah perjalanan menuju masa depan
Inilah ceritaku, apa ceritamu?
Kalau ditinjau #wessss dari isinya, ga sepenuhnya satire tuh. ga sepenuhnya menyindir. itu lebih ke curahat hati seorang siswa nakal. ya begitulaaaah.. cerita kaya gini lebih gampang mengalirnya di otak dari pada cerita "orang bener" hehe.
ya sudah. sekian post kali ini. wassalam :)
No comments:
Post a Comment