ada yang pernah kefikiran manusia sama dengan kertas? mungkin banyak. tapi tetap opini tiap orang pasti akan berbeda.
manusia yang lahir bagaikan selembar kertas yang polos, masih bersih tanpa goresan atau coretan apapun. seorang bayi datang ke dunia tanpa membawa dosa apapun, ia membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.
kertas itu kemudian kita isi dengan coretan, goresan dan rangkaian kata. sebuah kebaikan akan membentuk rangkaian paragraf yang indah, yang mengandung makna.
namanya juga manusia. tak ada manusia yang sempurna. tak ada yang luput dari kesalahan. siapa tau ketika sedang menulis, tiba-tiba ada yang nyenggol tangan kita, jadi aja ada coretan goresan yang tidak diinginkan. sebuah kesalahan. kita ga akan pernah bisa menutupi kesalahan itu. walaupun udah dicoba dihapus pake penghapus ataupun liquid pen, tetep aja bakal ada tapaknya, bakal ada bekasnya. mau ganti kertas ga akan bisa. kita hanya sekali hidup di dunia, jadi kertas yang dikasih pun cuman satu.
jadi solusinya yaa ketika ada kesalahan, hapus kesalahan itu, hapus sebuah kesalahan itu untuk menaikkan kembali nama baik. lalu tindih goresan kesalahan itu dengan rangkaian kata-kata uang indah lagi. perbanyak berbuat kebaikan, amal sholeh, senantiasa ikhlas, jadikan segala perbuatan itu sebagai ibadah. jangan lupa, jangan menaruh dendam pada orang yang telah menyenggol tangan kita tadi, alias jadilah seorang pemaaf :)
sehingga, jika kertas kita sudah habis alias sudah waktunya untuk innalillahi, kertas itu tidak akan terbuang sia-sia. seluruh kebaikan amal ilmu kita akan selalu dikenang. orang pun akan ngerasa sayang kalau kertas itu dibuang, orang yang seperti inilah yang akan selalu diingat :D
sekian basa-basinya. wassalam :-)
No comments:
Post a Comment