andai waktu bisa diulang kembali. yah, hanya hanya bisa berandai. waktu takkan pernah berjalan mundur. tapi apa salahnya jika hanya berandai. mungkin kata penyesalan yang akan terlintas disaat seperti ini.
andai bisa kembali ke waktu itu. waktu dimana al udah terlalu jauh ikut campur dalam sebuah cerita kehidupan seseorang. andai al tidak menantangnya. andai saja dalam tantangan itu al yang menang. al yang mendapatkan skor 15. mungkin misi itu bakal berhasil. saya menang dan saya akan menghentikan cerita ini. tapi nyatanya al kalah. al terperosok. sekarang yang al bisa lakuin yaa hanya bertahan supaya ga terperosok lebih dalam lagi. sebuah kisah tragis tidak boleh terulang. mungkin orang-orang berkata tragis apanya? yang ada itu cerita seorang cupu. pendapat al dengan pendapat orang lain berbeda. al punya jalan fikiran sendiri. al punya prinsip sendiri. al pengen bisa konsis dengan apa yang al ucapkan. tapi terkadang cara bermain al lah yang kini buat al kembali "jatuh".
4 tahun lalu, waktu kelas viii. yaaah al pernah suka kagum mungkin, ah tidak, tepatnya hanya senang jika melihatnya saja. sebut saja namanya D. awal semester 4 entah kenapa jadi seneng aja kalau ngeliat orang itu, ga ngarep orang itu suka al ataupun sebaliknya. seneng tapi ga pernah ada interaksi dan komunikasi. yaa wajar, dulu al sekolah di pesantren dimana lingkungan putra dan putri dipisah, hingga kelas dan jam istrahatnya pun dipisah. hingga suatu hari, satu setengah tahun setelahnya, tepatnya beberapa hari setelah perpisahan kelas ix, dateng sms dari D dia bilang suka sama al. seketika seneng banget. apa gini ya rasanya suka sama orang? mungkin disinilah letak kesalahannya, al dengan asal bilang aja pernah suka juga sama dia. hanya sebatas perkataan. tak pernah ada status ataupun ikatan atau apapun itu. yang al ga tau, kenapa setelah kejadian itu, yang ada malah makin bosan ngadepin orang kaya D, terlalu banyak perkataan yang dimaniskan yang cukup bikin bulu kuduk berdiri. ya, gombal. tedengar begitu menjijikan mungkin, itu menurut al. mungkin karena setiap dia mengirimkan pesan singkat berisi gombalannya itu al ga pernah bales, da bingung atuh ya digombalin mau ngejawab apa, akhirnya ga nyampe sebulan hilang kontak, ga pernah kontek2an. oke ya udahlahyaaa toh al dan dia sama-sama punya kehidupan dan jalan cerita hidup masing-masing, ngapain juga ngurusin orang yang "sengaja menghilang". maaf bukan suudzan.
suatu hari, ga lama setelah kejadian itu, al biasa lagi internetan. tiba2 nemu kalimat, lupa dimana, yang bunyinya "menyatakan perasaan seperti mengungkapkan rasa suka sayang atau apapun itu terhadap lawan jenis yang bukan muhrimnya, sama saja dengan menghancurkan benteng hijab diantara keduanya." al sadar waktu itu al udah bikin sebuah kesalahan. kesalahan yang ga kan pernah mau al ulangin. mudah-mudahan.
Oke, mudah-mudahan pertemanan, persahabatan al dengan P, orang yang di awal cerita al ceritain, bukanlah sebuah kesalahan dan semoga tidak menjadi sebuah kesalahan. dia orang baik-baik. al yakin.
No comments:
Post a Comment